Kawan, mereka lah kawanku,
Meraka lah tawa dalam hidupku,Menerangi setiap hidup dan mimpiku,
Aku tidak memerlui seorang pahlawan untuk bersamaku,
Aku cuma butuh kawan yang bisa bersama disampingku pada waktu-waktu yang amat mencabar bagiku.
Mereka lah mentari pada siangku,
Meraka lah bulan dan bintang yang menyinari malamku.
Menyinari hati yang gelap dan dipenuhi kebinggungan,
Gelak tertawa mereka adalah gelak tertawaku,
Air mata mereka juga air mata ku.
Namun, aku bukanlah seorang wanita yang penuh dengan
keindahan hati,
Aku hanya bisa menerima tapi tak bisa memberi, Di manakah aku apabila mereka membutuhkan sandaran?
Aku menghilang seperti ditelani sang penguasa.
Aku menghilang tanpa jejak,
Aku menghlang ingin mencari kesetiaan baru,
Keindahan baru,
Cinta yang baru,
MENGAPA? MENGAPA?!
Kerana cinta sang kawan telah pudar bagiku,
Cahaya yang selalu menerangi siang dan malamku sudah tiada.
Malah cahaya itulah yang menelan zahir dan batinku.
Membunuh diriku dengan perlahan,
Mengapa lah aku harus rasa seperti ini?
Setiap sujudku akan selalu dituruti dengan doa
Untuk kebahagian kami,Tak pernah putus doaku untukmu kawan,
Dalam diam aku aku perihati,
Dalam diam aku tertawa,
Dalam diam aku menyayangi,
Dan dalam diam juga aku menangis,
Menagisi kehilangan cahaya itu,
Cahaya yang menjadi arah tunjuk untuk aku jalan kearah yang di ridho oleh sang penguasa,
Kau tunjukan aku makna kebahagian,
Kau ajarkan aku apa itu cinta,Tetapi kau pun mengajarkanku apa itu makna sakit,
Sakit yang melebihkan dengan dihiris beribu-ribu pisau,
Kau bukan menyiksa pysikalku,
Tapi, kau menyiksa batinku,
Kau menyiksa hati ini.
Aku memang ciptaan yang lemah,
Aku dicipta untuk disakiti,Dihina, dicaci dan dimaki,
Kau bilang ini adalah cobaan yang Allah berikan untukku,
Aku turuti,
Aku menelan semua hinaan dan cacian itu,
Aku idak merisaukan anggapan mereka itu.
Namun, kawan itulah yang kadang-kadang mencucukku dari belakang
Sakitnya tak bisa diungkap dengan kata-kata.
Air mata yang menitis tak bisa mengubati hati yang luka ini,
Aku hanya menjadi violin yang tak berdawai.
Takkan aku melukakan hatimu,
Setiap doaku akan selalu dituruti dengan namamu kawan,
Walaupun aku tahu aku sudah jijik di matamu,
Tetapi aku harap ada tinggal cinta sebutir biji zara untukku.
Kawan, Kau lah kawan hidup dan matiku.
Tak akan pernah aku berhenti mencintaimu sehigga aku menutup mata ini,
Sehingga nyawaku diambil oleh sang penguasa,
Amin...
1 comment:
KENAPA X ADA N3 BARU.
Post a Comment